Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2020

TIPS BELANJA ONLINE DI SHOPEE DENGAN AMAN DAN TIDAK MENGECEWAKAN

 

Di jaman era digital seperti sekarang ini, semua hal dapat dilakukan dengan sangat mudah menggunakan teknologi. Hanya dengan duduk di depan gadget, sudah bisa melakukan banyak hal. Salah satunya yaitu belanja online. Dengan sekali pencarian di situs belanja online, kamu bisa dengan mudah menemukan barang yang kamu inginkan.

Salah satu situs belanja online yang sedang banyak digandrungi mulai dari kalangan anak muda hingga dewasa yaitu situs belanja Shopee. Betapa tidak, dengan diiming-imingi banyaknya subsidi gratis ongkir (ongkos kirim) dan cashback membuat para penggila belanja online rela menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk menemukan barang yang diinginkan.

Bagi kamu yang masih baru dalam berbelanja di situs online, aku punya beberapa tips nih yang bisa dipakai agar kamu dapat menemukan barang yang kamu inginkan dengan mudah, harga murah dan dengan kualitas yang bagus di situs nnline Shopee. Yuk mari disimak berikut tipsnya:

 

1.       Masukkan Kata Kunci Barang yang Ingin Dicari


 

Bagi kamu yang sudah memutuskan untuk membeli suatu barang, bisa melakukan pencarian di kolom pencarian di Beranda Shopee milikmu. Kamu bisa melakukan pencarian dengan mengetikkan nama barang yang dicari ataupun memasukkan foto barang yang ingin dicari. Gunakanlah nama barang dengan singkat namun jelas agar pencarian barangmu dapat lebih efektif untuk ditemukan. Misalnya, jika kamu ingin membeli jam tangan analog, maka kamu harus memasukkan kata kunci dengan jelas yaitu “jam tangan analog” bukan hanya “jam tangan” saja. Karena jika kamu memasukkan kata kunci jam tangan makan akan muncul banyak jenis jam tangan bukan hanya yang jenis analog. Atau jika kamu menginginkan untuk menemukan jam tangan khusus wanita, maka kamu bisa menemukannya dengan mengetikkan kata kunci “jam tangan wanita” di kolom pencarian.

2.       Filter berdasarkan barang Terlaris


 

Kalau orientasi kalian menginginkan barang dengan harga murah tapi kualitas bagus dan sudah banyak yang beli, maka tips dari aku ketika sudah muncul barang di pencarian, kalian filter dari barang terlaris ya. Maka akan muncul list barang yang diinginkan dari yang paling laris dan terbagus serta sudah banyak yang beli. Biasanya akan difilter dari barang terlaris dengan harga termurah.

3.       Filter berdasarkan Star Seller atau Mall



 

Di Shopee, toko yang dianggap sudah terpercaya dan sudah memiliki reputasi yang bagus dalam berjualan akan diberikan cap sebagai “Star Seller”. Ini akan memudahkan kamu untuk menemukan toko yang dapat dipercaya dalam menjual barangnya. Ada juga toko yang diberikan cap “Mall”. Ini adalah toko yang terverifikasi menjual barang original dan biasanya sudah teruji memiliki merk tertentu. Jadi sudah tidak diragukan kualitas barangnya ya.

4.       Bintang bagus dan banyaknya terjual


 

Setelah kamu filter berdasarkan cara di atas. Masih ada yang perlu kamu perhatikan lagi nih. Salah satunya yaitu carilah toko yang memiliki bintang yang bagus dan lihat dari banyaknya barang yang sudah terjual. Biasanya kalau aku pribadi, mencari yang barangnya sudah dapat rating bintang minimal 4.7 ke atas dan juga dilihat dari banyaknya barang yang sudah terjual. Ini akan membuat kita lebih percaya diri dengan barang yang akan dibeli.

5.       Lihat komentar dan foto serta video dari customer



 

Eitt.. selain lihat bintang dan banyaknya barang yang terjual, masih ada trik lagi nih biar kamu gak kecewa atas barang yang akan kamu terima. Caranya yaitu lihat komentar beserta foto dan video atas barang yang datang. Misalnya nih, ada yang komentar kalau barang yang dipesan datangnya lama. Mungkin ini juga dikarenakan jarak antara asal toko dan pembeli jauh atau juga kurir yang lama dalam mengirim barang atau bisa juga kamu memesan barang pas lagi weekend dan toko sedang libur (untuk hal ini kamu bisa cek di biodata penjual atau chat pribadi tokonya ya). Nah, biar kamu tidak berekspektasi tinggi akan kecepatan barang sampai di rumahmu, kamu harus bisa mengira-ngira nih. Kamu perlu barang itu cepat atau enggak? Siapa tau itu barang dari pulau Jawa dan kamu dari pulau Sumatera sedangkan barang yang kamu ingin beli harus sudah ada 2 hari lagi untuk hadiah ulang tahun. Nah, tentu saja kecil kemungkinan barang tersebut bisa kamu terima tepat waktu sesuai ekspektasimu itu. Jadinya bikin kecewa kan?

                Bisa juga dengan kualitas barang tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Misalnya nih seperti foto di atas ini, mungkin saja banyak yang komentar jam tangannya jelek lah atau kualitas tali kurang bagus. Kamu bermasalah kah dengan hal itu? Jika iya, jangan ikutan dibeli daripada kecewa. Tapi jika kamu lihat dari video dan foto sebenarnya jam itu masih bagus dan sesuai keinginanmu ya boleh lah dibeli, atau jika lebih banyak yang komentar bagus masih ada harapan bahwa barang yang kamu inginkan ini juga lumayan bagus.

 

                Nah, jadi itu dia teman-teman, beberapa tips dari aku jika ingin berbelanja online khususnya di Shopee. Semoga membantu kalian dalam menentukan barang yang ingin dibeli ya. Yuk, komentar di bawah jika kalian punya tips lain yang bisa dibagi bersama teman-teman kita agar bisa mendapatkan barang yang berkualitas bagus, murah dan tidak mengecewakan di Shopee.

 

Oke deh sekian dulu ya tulisan ini, semoga bermanfaat. Be smart customer, Guys!

 

Sabtu, 16 Mei 2015

Persamaan dan Perbedaan Antara Shinichi Kudo dengan Kaito Kid





Kobanwa, Minna.. ^^
Akhir-akhir ini aku banyak menghabiskan waktu luang untuk menonton dorama Detective Conan dan Magic Kaito (lagi, setelah sekian lama). Shinichi Kudo aka Conan Edogawa dan Kaito Kuroba memang dua karakter (atau tiga? Hahaha terserah) yang paling aku kagumi di manga karya Aoyama Gosho ini.

Lama mengenal mereka, aku akhirnya mulai menemukan banyak kesamaan dalam kisah hidup mereka. Walaupun begitu, aku tidak memungkiri bahwa ada juga perbedaan antara keduanya ^^ hehehe

Pertama aku akan membahas kesamaan di antara Shinichi Kudo dan Kaito Kuroba, check this out! ^^




KELUARGA


Kedua orang ini memiliki latar belakang keluarga yang hebat dan terkenal di Jepang bahkan di Dunia. Ayah Shinichi Kudo yaitu Yusaku Kudo adalah seorang penulis novel misteri yang terkenal di dunia dan ibunya yaitu Yukiko Kudo adalah seorang Artis Dunia yang cantik dan dikagumi oleh banyak orang.



Sedangkan Ayah Kaito Kuroba yaitu Touichi Kuroba adalah seorang Pesulap Hebat Internasional dan juga merupakan Kaito Kid seri pertama (:p). Ibunya yaitu Chikage Kuroba dulunya adalah seorang Pencuri di Eropa yang dikenal dengan julukan Phantom Lady.






KISAH CINTA



Pada masa remaja Shinichi dan Kaito di usia 17 tahun ini, tidak lengkap rasanya tanpa membahas kisah percintaan mereka. Mereka sama-sama menyukai teman masa kecil mereka (Shinichi menyukai Ran Mouri dan Kaito menyukai Aoko Nakamori). Tapi, walaupun kedua pasangan ini saling menyukai namun sampai saat ini mereka (sepertinya) belum meresmikan hubungan mereka sebagai kekasih walaupun teman-teman terdekat mereka sudah menganggap mereka sebagai pasangan kekasih.. wakakaka

Hubungan kedua pasangan ini dengan masing-masing keluarga juga terlihat sangat dekat. Orang Tua Shinichi dan Ran adalah teman sehingga mereka sudah dikenalkan sejak kecil. Tidak begitu berbeda dengan Kaito dan Aoko yang hidup bertetangga setelah Aoko pindah rumah di samping rumah Kaito. Aoko bahkan sering berkomunikasi dengan ibu Kaito yang sedang berada di Luar Negeri. (Gampang kalo nikah nanti, udah saling kenal latar belakang keluarga masing-masing.. *eh)





ASISTEN DAN MALAIKAT PENOLONG
Dalam menjalani profesi masing-masing (Shinichi Kudo aka Conan Edogawa sebagai Detektif dan Kaito Kuroba sebagai Pencuri Bayangan, Kaitou Kid), mereka dibantu oleh orang yang ahli membuat alat-alat canggih dan mencari informasi yang dibutuhkan. Kalau Shinichi aka Conan memiliki Profesor Agasa yang selalu siap membantunya dengan berbagai penemuan mulai dari benda yang sangat hebat sampai demgan yang tidak ada gunanya (hahaha ups).

Kaito Kid memiliki Kakek Asisten yang dulunya bekerja pada Ayahnya sebelum meninggal. Profesor Agasa dan Kakek Asisten adalah orang pertama yang mengetahui rahasia besar kedua orang ini. Profesor Agasa yang memegang rahasia Shinichi yang mengecil menjadi Conan dan Kakek Asisten yang mengetahui bahwa Kaito Kuroba adalah anak dari Kaitou Kid sebelumnya yang melanjutkan misi ayahnya sebagai Pencuri Bayangan.







BANYAK PENGGEMAR
Sebagai seorang detektif, Shinichi yang memiliki wajah tampan bak seorang pangeran tampan berwajah dingin, sukses menarik hati para wanita di sekitarnya. Pesonanya yang pintar bermain bola dan selalu berhasil memecahkan kasus yang sulit membuatnya diagung-agungkan para wanita. Namun dia terlihat cuek pada wanita lain selain Ran Mouri tentunya.

Kaito Kuroba dipuja-puja oleh wanita baik itu dalam sosok Kaitou Kid maupun tidak sekalipun. Namun, ia sangat pintar mencuri hati wanita seperti ia selalu berhasil mencuri berlian berharga. Ia selalu bisa memperlakukan wanita dengan baik sehingga tak jarang ia dikatakan sebagai Playboy. Namun di dalam hatinya tentu saja hanya ada Aoko Nakamori seorang.

Aoko dan Ran sering merasa cemburu ketika pria yang disukainya ini didekati banyak wanita. Terutama Aoko tentunya.. hahaha








MENCARI ORGANISASI HITAM
Shinichi yang mengecil menjadi Conan Edogawa dengan obat yang diberikan orang berjubah hitam, mulai mencari keberadaan mereka demi mengungkap kejahatan Organisasi Hitam tersebut. Sedangkan Kaito mencari Organisasi Hitam yang sudah membunuh ayahnya demi Berlian yang (katanya) dapat memberikan keabadian.


***************************************


Selain persamaan, ada juga perbedaan di antara Shinichi dan Kaito.. mau tahu? Baca di bawah ini yaa ^^







PROFESI UTAMA
Shinichi Kudo adalah seorang detektif yang memecahkan berbagai masalah dan kasus, sedangkan Kaito suka membuat kasus (eh). Kaito adalah seorang pesulap sekaligus pencuri 'baik hati' yang suka mengembalikan barang curiannya. :p






KELEMAHAN
Walaupun dapat dikatakan hampir perfect, Shinichi dan Kaito memiliki kelemahan juga. Bedanya, Shinichi paling lemah dalam hal bernyanyi. Sedangkan Kaito paling takut dengan yang namanya Ikan.







HOBI SELAIN PROFESI UTAMA
Shinichi paling menyukai olahraga sepak bola walaupun tidak dipungkiri bahwa ia juga bisa beberapa jenis olahraga lainnya. Sedangkan Kaito ahli dalam meluncur dengan papan ski.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itu saja yang bisa aku jabarkan mengenai persamaan dan perbedaan antara Shinichi Kudo aka Conan Edogawa dengan Kaito Kuroba aka Kaito Kid. Untuk sementara, ini saja yg bisa aku temukan setelah beberapa hari menonton maraton doramanya (lagi) hahaha


Jika teman-teman pembaca menemukan persamaan dan perbedaannya selain yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk memberi komentar ya ^^ Arigatou~

Kamis, 30 April 2015

Pura Tirta Sudamala: Melukat sambil Berwisata


Ditulis oleh: Ni Made Yuniari

Pura Tirtha Sudamala merupakan tempat persembahyangan sekaligus tempat wisata yang cocok bagi keluarga. Selain dapat membersihkan diri dari segala kotoran baik itu secara jasmani dan rohani namun juga dapat digunakan sebagai tempat menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga terdekat.

Bali terkenal dengan banyaknya tempat wisata yang unik dan menarik. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang menghabiskan waktu berliburnya di Bali bersama keluarga. Bali yang sebagian besar dihuni oleh umat Hindu ini juga banyak memiliki tempat-tempat yang berbau keagamaan namun belakangan ini dimanfaatkan pula untuk tujuan wisata.

Salah satu tempat keagamaan umat Hindu yang juga merupakan tujuan wisata yaitu Pura Tirtha Sudamala. Pura Tirtha Sudamala yang terletak di Desa Bebalang Bangli ini memang belum banyak diketahui oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun asing. Namun belakangan ini semakin banyak masyarakat dari daerah dekat sana seperti Gianyar, Klungkung dan daerah lainnya yang datang ke Pura Tirtha Sudamala.

Pura Tirtha Sudamala yang menjadi tempat wisata baru bagi masyarakat ini memang menarik karena memiliki banyak keunikan di dalamnya. Salah satunya yaitu pancuran di bawah areal Pura ini yang kurang lebih berjumlah sekitar 11 pancuran dan memiliki ukuran dan ketinggian berbeda. Air pancuran tersebut berasal dari mata air di sekitar pohon Bunut tua besar yang telah berusia ratusan tahun. Uniknya, mata air dari pancuran ini tidak pernah kering walau pada musim kemarau sekalipun.

Tirtha Sudamala dari pancuran tersebut dipercaya oleh masyarakat dapat menghilangkan penyakit yang berasal dari ilmu hitam dan sejenisnya. Caranya yaitu menghaturkan sesajen untuk meminta ijin terlebih dahulu atau biasa disebut “Matur Piuning” di Pura sebelah bawah pohon Bunut tersebut. Biasanya pada hari baik atau Rerahinan Purnama maupun Tilem akan ada Jero Mangku di samping Pelinggih di bawah Pohon Bunut besar dekat pancuran yang memimpin ritual tersebut. Setelah itu, baru kemudian melukat (membersihkan diri) secara bergantian pada semua pancuran yang ada.

Setelah melakukan penglukatan dan persembahyangan di bawah, kemudian dapat dilanjutkan dengan sembahyang di Pura Tirtha Sudamala yang terletak tepat di atas Pancuran Tirtha Sudamala tersebut. Dengan berganti memakai pakaian adat terlebih dahulu, sembahyang dapat dilakukan untuk memohon pembersihan diri dari segala kotoran seperti penyakit guna-guna tadi.

Walaupun bukan pada hari baik maupun hari Raya, aktivitas di pancuran Tirtha Sudamala ini tidak pernah sepi. Masyarakat setempat biasa datang untuk menampung dan menggunakan air pancuran tersebut sebagai air minum karena airnya yang jernih dan menyegarkan. Selain itu masyarakat juga sering mandi di sungai yang mengalir di sekitar pancuran tersebut.

Daya tarik masyarakat dari luar daerah akan Pura Tirtha Sudamala ini lebih cenderung ke arah pembersihan fisik dan rohani melalui penglukatan pada air pancuran yang ada di sana. Bila hari Raya datang, maka tidak terelakkan lagi kalau tempat ini akan dipenuhi oleh para umat Hindu khususnya yang ingin melakukan penglukatan. Selain itu, air yang mengalir deras dari pancuran tersebut juga dimanfaatkan oleh pengunjung sebagai pemijatan secara alami. Salah satu pancuran juga ada yang mengeluarkan air hangat sehingga sangat nyaman berendam di bawah pancuran tersebut.

Meningkatnya pengunjung di Pura Tirtha Sudamala ini akhirnya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk memungut bayaran masuk sebesar Rp 2.000,00 per orang. Uang yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk keperluan desa maupun perbaikan Pura Tirtha Sudamala serta menambah fasilitas bagi para pengunjung seperti perbaikan tempat berganti pakaian dan lain-lainnya. 

Pura Tirtha Sudamala merupakan tempat persembahyangan sekaligus tempat wisata yang cocok bagi keluarga. Selain dapat membersihkan diri dari segala kotoran baik itu secara jasmani dan rohani namun juga dapat digunakan sebagai tempat menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga terdekat.

Tugas Kuliah sebagai Pemersatu Kami

Dari kiri: Sita, Rina, Dayu Gayatri, Dewik, Aku, Yoga, dan Palguna. (Photo by: Melia)
Banyak yang bilang kalau kuliah itu gak segampang dan seasyik kelihatannya. Sejujurnya, aku sering merasakan hal itu. Namun akhir-akhir ini aku mulai mengubah cara berfikirku. Sebenarnya kuliah itu asyik kok kalau dijalani dengan hati dan pikiran yang positif.

Sepanjang aku menjadi mahasiswa selama ini (ketika menulis artikel ini, aku masih semester 4), aku merasakan bahwa keluh kesah dari kebanyakan mahasiswa adalah tugas yang tiada habisnya. Coba kita renungkan lagi, tugas diberikan oleh dosen agar kita belajar atau setidaknya berusaha untuk memahami mata kuliah yang diberikan oleh dosen. Tidak ada yang mudah dalam kehidupan ini. Segala hal selalu ada ujiannya. Itu adalah cara Tuhan mengukur kesabaran kita sebagai umat manusia yang memiliki akal dan budi.

Sebenarnya tidak semua tugas yang dapat dikategorikan ke dalam tugas yang menyusahkan dan menyebalkan. Kali ini aku akan membahas mengenai pengalamanku yang menyenangkan dalam membuat tugas. Check it out ;)

Salah satu mata kuliah pada jurusan akuntansi yang kujalani di semester 4 ini yaitu Ekonomi Pariwisata. Dari namanya saja aku sudah tertarik karena mempelajari tentang pariwisata. Aku yang tinggal di Pulau Bali yang identik dengan beraneka macam jenis pariwisatanya ini menganggap mata kuliah ini cukup penting untuk kupelajari. Nah, dosen pengampu mata kuliahku yaitu Bu Herny Susanti dengan baiknya memberikan tugas yang cukup menyenangkan pada kelasku. Beliau membagi kami menjadi beberapa kelompok dan menugaskan kami untuk mengunjungi tempat wisata dan meneliti pengaruh yang ditimbulkan sektor pariwisata terhadap perekonomian masyarakat sekitarnya.

Kelompokku akhirnya memilih meneliti Ekowisata Kampoeng Kepiting yang berada di Tuban, Kabupaten Badung, Bali. Kami memilih tempat ini karena tempat wisata ini didirikan dan dikelola sendiri oleh masyarakat di sana yang menamakan diri mereka sebagai Kelompok Kampoeng Nelayan. Otomatis dengan adanya Ekowisata Kampoeng Kepiting ini akan memperbaiki kehidupan perekonomian masyarakat di sana sehingga cocok dengan tema yang diberikan oleh dosen kami.

Pertama kali kami mengunjungi tempat ini, kesan pertama yang terlintas dalam benakku adalah tempatnya lumayan jauh dan perjalanan kesana cukup melelahkan. Walaupun banyak menghabiskan waktu untuk berdebat sebelum berangkat dan perjalanan yang jauh, akhirnya kami sampai di Kampoeng Kepiting. Panas. Keringat dingin bercucuran karena kami pergi kesana menggunakan kendaraan roda dua dan di saat matahari bersinar begitu terik.

Lelah tersebut terbayar akan sambutan hangat dari warga Kampoeng Kepiting terutama Ketua Kelompok Nelayan Wanasari yang kebetulan berada di sana pada hari itu. Beliau berkata bahwa kami beruntung dapat bertemu dengan beliau pada hari itu karena beliau tidak sering berada di Kampoeng Kepiting disebabkan oleh tugas luar yang banyak menanti. Saat itulah kami lega. Rasanya tidak sia-sia pergi kesana waktu itu.

Kami disuguhkan minuman khas Kampoeng Kepiting yaitu Jus Mangrove selama wawancara yang kami lakukan kurang lebih 1 setengah jam lamanya. Setelah itu kami dipersilahkan untuk berkeliling tempat tersebut. Tempatnya indah dan asri. Setelah lelah berkeliling di jalur tracking, kami pun beristirahat di sebuah gazebo kosong yang ada di sana. Di sana kami iseng menemukan keasyikan sendiri yaitu menghitung pesawat terbang yang take off dari Bandara Ngurah Rai. Yap.. Kampoeng Kepiting memang berdekatan dengan Bandara dan berada di ujung jalan Tol Bali Mandara.

Kami tertawa lepas dan saling bercanda di sebuah gazebo di sana. Kejadian seperti ini sangat jarang bisa kami lakukan di tengah banjirnya tugas kuliah. Serasa kami menjadi semakin dekat dibandingkan sebelumnya. Jujur, hari itu sungguh mahal, kawan. ;)

Kisah perjalanan kami tidak sampai di sana. Kami mengunjungi Kampoeng Kepiting untuk kedua kalinya. Hari itu kami fokus mendokumentasi tempat pembibitan kepiting dan mangrove. Lama-kelamaan kami pun lelah dan mulai merasa lapar. Akhirnya timbullah gagasan untuk mencoba menu masakan di Restoran Kampoeng Kepiting tersebut. Dengan polosnya kami mengambil tempat di salah satu pojokan Restoran. Dengan wajah yang sumringah kami pun membuka menu makanan yang sudah disediakan di sana. Namun wajah sumringah itu berubah menjadi muka masam ketika kami menyadari bahwa makanan di sana MAHAL!!! Kami berdelapan saling pandang seakan memikirkan hal yang sama.

Pelayan Restoran sudah mulai menangkap gelagat kami yang aneh. Seorang pelayan datang 2 kali dan menanyakan pesanan kami. Kami dengan muka pucat berkata bahwa kami belum memutuskan akan memesan apa. Dengan jiwa anak ekonomi yang melekat pada diri kami (nada dramatis), maka kami pun mulai menghitung budget dompet kami dengan harga makanan di sana. Akhirnya, dengan perhitungan yang matang dan keringat yang mulai bercucuran, kami pun memesan satu porsi sea food lengkap dengan sayur dan sebakul nasi. Sungguh memalukan, kami mulai terdiam dan tak berani berbicara kembali. Bagaimana tidak, makanan yang seharusnya untuk satu orang pun kami bagi berdelapan. Hahaha

Kami pun bertambah malu ketika pelayan menyajikan segelas kecil jus mangrove pada kami walaupun kami tidak memesannya. Kami mulai mengutarakan isi pikiran kami dalam multichat BBM (Blackberry Message). Kami mulai mengatakan betapa malunya kami sampai ada yang berkata bahwa ia rela tidak ikut memakan makanan yang sudah dipesan agar teman lainnya kebagian. Namun, tentu saja kami tidak setuju karena kebersamaan adalah hal yang kami utamakan dalam kelompok kami. Satu tidak makan maka yang lain juga tidak.

Kalau dipikir-pikir sekarang, kejadian itu lucu juga. Hal itu sangat berkesan karena kami menikmati setiap detik kebersamaan kami. Walaupun satu porsi makanan dibagi berdelapan, namun jujur aku tetap merasa kenyang dan rasa masakannya lebih enak. Benar kata pepatah bahwa berbagi itu indah. #dalam hal ini pepatah itu menjadi "Berbagi itu mengenyangkan dan enak".. wkwkwk

Sungguh kawan, tak ada rasa penyesalan sama sekali dalam diriku. Pengalaman waktu itu tidak akan pernah kulupakan. Akan kuingat betapa bahagianya aku tertawa lepas bersama kalian. Akan kuingat setiap tetes keringat yang kita keluarkan demi pengerjaan tugas ini. Tentu saja aku tidak akan pernah melupakan bahwa sesulit apapun keadaannya, sememalukan apapun keadaannya, dan selelah apapun kita, namun selama aku bersama kalian maka tidak akan ada tempat yang lebih baik untuk kutuju lagi. 

Kamis, 14 November 2013

Kunjungan Komisi VIII DPR-RI ke UNHI dalam Upaya Penegerian UNHI

Penegerian UNHI (Universitas Hindu Indonesia) yang awalnya sempat diisukan batal ternyata sekarang sedang dalam proses. Pasalnya pada Selasa kemarin (29/10/13) UNHI kedatangan tamu penting yaitu anggota komisi VIII DPR-RI dalam agenda pembahasan perubahan status UNHI dari PTS (Perguruan Tinggi Swasta) menjadi  PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Acara ini berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat UNHI.

Rombongan anggota Komisi VIII DPR-RI disambut oleh segenap civitas akademika UNHI. Sejumlah penari UNHI mempersembahkan Tari Gabor di lobi gedung Rektorat UNHI sebagai penyambutan untuk para tamu. Hadir pula dalam acara tersebut Ketua PHDI Pusat S.N. Suwisma, Direktur Pendidikan Agama Hindu Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI IB Subawa dan Direktur Pendidikan Agama Buddha. Dari UNHI hadir antara lain Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. IB Gunadha, Rektor UNHI Dr. IB Dharmika, M.A, Wakil Rektor II Dr. A.A Ngurah Sadiartha, WR III Drs. Mertha, M.Pd., para dekan, kaprodi, dosen dan mahasiswa di lingkungan UNHI.

Drs. H. Mahrus Munir
Dalam kunjungan tersebut, Drs. H. Mahrus Munir selaku ketua rombongan Komisi VIII DPR menyatakan bahwa dalam proses penegerian ini, komisi VIII DPR-RI bermitra kerja dengan Kementerian Agama yang membawahi pendidikan Agama salah satunya Universitas Hindu ini. “Kami juga ingin berbagi kesempatan bagi seluruh Agama tanpa terkecuali untuk memiliki Universitas berlandaskan Agama. Selama ini Universitas yang berlandaskan Agama Hindu memang belum ada, maka dari itu saya setuju dengan rencana Penegerian UNHI ini,” paparnya.

“Persyaratan-persyaratan penegerian yang diajukan memang sudah dipenuhi dengan baik. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk Universitas ini tidak segera dinegerikan. Dari segi sarana prasarana yang saya ketahui dari Rektor UNHI sebagian besar memang sudah memenuhi kualifikasi untuk dijadikan PTN. Hal ini saya sampaikan untuk mendorong Kementerian dalam mengambil keputusan jika UNHI sudah memenuhi persyaratan maka segeralah dinegerikan. Jika ditunda terus-menerus, maka pengelola UNHI semangatnya dalam memperjuangkan perubahan status UNHI dari PTS menjadi PTN akan turun,” ungkapnya.

Untuk masalah waktu, belum dapat dipastikan kapan penegerian ini akan sepenuhnya disetujui. Hal ini kembali lagi kepada persyaratan penegerian secara administratif yang telah dipenuhi oleh Universitas tersebut. Maka dari itu, komisi VIII DPR bermaksud akan mendorong Kementerian Agama untuk segera memproses usulan Penegerian ini agar lebih cepat prosesnya.

Prof. Dr. IB Gunadha
Pihak yayasan juga optimis akan penegerian UNHI ini. Terbukti dari pernyataan Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. IB Gunadha bahwa ada 2 hal yang menjadi motivasi Beliau dalam memperjuangkan penegerian ini yaitu pernyataanMenteri Agama Surya Dharma Ali pada konferensi persbeberapa waktu lalu dan kunjungan Komisi VIII DPR-RI ke UNHI. Kedua hal tersebut sama-sama mendukung dan mengapresiasi penegerian UNHI sehingga menambah harapan Beliau agar UNHI segera dinegerikan.

UNHI juga memiliki visi dan misi untuk menjadikannya menjadi Universitas ternama tidak hanya secara regional maupun internasional. Untuk itu UNHI sudah melakukan rintisan-rintisan melalui pengadaan kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi besar di beberapa Negara. Salah satunya yaitu 3 Perguruan Tinggi di India, Frankfut, dan Belanda. Bahkan secara realisasinya UNHI telah mengirim 12 orang dosen yang belajar di Belanda untuk mendapatkan gelar Doctor. Hal ini membuat UNHI memang layak untuk segera dinegerikan agar nantinya para dosen yang telah bergelar Doctor ini mendapatkan kompensasi yang wajar atas keahlian mereka.

Sejauh ini persiapan UNHI untuk menjadi negeri sudah hampir 80% dan menurut persyaratan, UNHI sudah bisa mengajukan akreditasi di tingkat Institut. “Minimal kita bisa mendapatkan akreditasi B dan harapan saya maksimal dapat akreditasi A itu sudah luar biasa,” harapnya. (iap/yun/yul)

Rabu, 09 Oktober 2013

Pahlawan Pengajeg Seni Rupa di UNHI

Pameran seni rupa merupakan salah satu upaya untuk melestarikan keberadaan seni dan kerajinan. Seniman mempunyai keahlian yang sangat penting di dalam pelestarian seni dan kerajinan tersebut. Maka dari itu berbanggalah kalian para seniman karena kalianlah ‘pahlawan pengajeg seni rupa’ yang sesungguhnya.